BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.
Tempat
dan waktu penelitian
1. Waktu
penelitian
Waktu penelitian
dilaksanakan pada bulan Juli 2013 – Agustus 2013
2. Tempat
penelitian
Tempat penelitian
dilakukan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
Jalan Dr. Sam Ratulangi No.103 Penengahan Bandar Lampung
B.
Alat
dan Bahan
1.
Alat :
a. Cawan
petri diameter 10 cm
b. Lidi
kapas steril
c. Jarum
ose
d. Inkubator
e. Autoclave
f. Pinset
g. Kertas
cakram berbentuk bundar
h. Tabung
reaksi dan rak
i.
Lampu spritus
j.
Oven
k. Timbangan
elektrik
l.
Beaker glass 100 ml
m. Erlenmeyer
100 ml
n. Pipet
ukur 5,0 ml dan 10 ml
o. Balp
p. Kertas
saring steril
q. Kain
kasa steril
2.
Bahan :
a. Media
Sabouraud Dextrosa Agar
b. Media
Sabouraud Dextrosa Broth
c. Biakan
murni jamur Candida albicans
d. Daun
sirih hijau (Piper betle folium)
e. Tanaman
lidah buaya (Aloe vera)
f. Aquades
steril
C.
Metode
penelitian
1.
Teknik
sampling
a. Populasi
Populasi
dari penelitian ini adalah bagian daun pada daun sirih hijau (Piper betle folium) yang di ambil
daunnya dan bagian dalam (lendir) dari tanaman lidah buaya (Aloe vera) yang di ambil di pekarangan rumah penduduk di daerah
Telukbetung, Bandar Lampung.
b. Sampel
Sampel
yang digunakan adalah daun sirih hijau (Piper
betle folium) yang masih segar, berwarna hijau tua dengan berbentuk
jantung, berujung runcing dengan ukuran lebar daun ±8 cm yang di ambil secara
acak pada bagian tanamannya. Lidah buaya (Aloe
vera) yang digunakan yang masih segar dan memiliki panjang ± 30 cm dan
lebarnya ± 5 cm, daun berwarna hijau dengan bintik garis putih kecil-kecil yang
masih terlihat jelas. Pengujian dilakukan sebanyak dua kali (duplo).
2.
Prosedur
penelitan
a.
Penanganan
sampel daun sirih hijau (Piper betle
folium)
1)
Ditimbang 100 gram daun sirih hijau dan
dicuci bersih dengan air bersih.
2)
Kemudian direbus dengan aquades steril
sebanyak 100 ml dengan suhu 90oC selama 15 menit.
3)
Dinginkan, kemudian saring dengan kain
kasa steril sampai cairan terpisah, maka diperoleh larutan uji dengan
konsentrasi 100% larutan (A).
4)
Larutan uji ini kemudian dibuat beberapa
pengenceran dengan aquades steril
yaitu konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dengan cara
mengambil 9 ml larutan (A) kemudian tambahkan 1 ml aquadest steril (90%), 8 ml
larutan (A) ditambahkan 2 ml aquadest steril (80%), 7 ml larutan (A) tambahkan 3
ml aquadest steril (70%), dan seterusnya sampai konsentrasi 10%.
b.
Penanganan
sampel tanaman lidah buaya
1)
Ambil Aloe
vera dan dicuci bersih dengan air bersih.
2)
Kupas kulitnya ambil bagian dalam lalu ditimbang sebanyak 100 gram
dan di blender tanpa menambahkan air.
3)
Kemudian direbus dengan aquades steril
sebanyak 100 ml selama 15 menit dengan suhu 90oC.
4)
Disaring dengan kain kasa steril sampai
cairan terpisah, maka diperoleh
larutan uji dengan konsentrasi 100% larutan (A).
5)
Larutan uji ini kemudian dibuat beberapa
pengenceran dengan aquades steril
yaitu konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dengan cara
mengambil 9 ml larutan (A) kemudian tambahkan 1 ml aquadest steril (90%), 8 ml
larutan (A) ditambahkan 2 ml aquadest steril (80%), 7 ml larutan (A) tambahkan
3 ml aquadest steril (70%), dan seterusnya sampai konsentrasi 10%.
c.
Uji
Daya Hambat dan Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum
1)
Pembuatan susupensi dilakukan dengan
cara mengambil satu mata ose biakan murni Candida
albicans dari stok kultur murni dan
dimasukan dalam tabung reaksi yang berisi Sabouraud Dextosa Broth
sebanyak 3 ml, kemudian dikocok hingga homogen dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC.
2)
Dimasukan lidi kapas steril ke dalam
tabung yang berisi suspense jamur kemudian lidi kapas steril ditekan pada
dinding tabung dan diusapkan pada medium Sabouraud dextrose agar secara merata.
3)
Diambil kertas cakram yang direndam di
dalam larutan uji air rebusan daun
sirih maupun tanaman lidah buaya dengan konsentrasi 10 - 100% dan diletakan
diatas media Sabouraud dextrose agar yang
telah diinokulasi jamur Candida
albicans.
4)
Diinkubasi pada suhu 37oC
selama 3 hari.
5)
Sebagai kontrol digunakann kertas cakram
yang direndam dalam aquades steril
6)
Diamati ada atau tidaknya zona hambatan
(wilayah jernih) yang terbentuk di
sekitar kertas cakram
7)
Pembacaan
i.
Positif :
Terjadi zona hambatan (wilayah jernih) di sekitar kertas cakram
ii.
Negatif :
Tidak terjadi zona hambatan (wilayah jernih) di sekitar kertas cakram. (Lay.B,
1994)
d.
Uji
Pembanding dengan menggunakan Antibiotik Kandistatin® 100 000 UI/mL
1)
Dimasukan lidi kapas steril ke dalam
tabung yang berisi suspensi jamur kemudian lidi kapas steril ditekan pada
dinding tabung dan diusapkan pada medium Sabouraud
dextrose agar secara merata
2)
Tempelkan secara aseptis cakram antibiotik
di atas media Sabouroud dextrose agar
yang telah diinokulasi jamur Candida
albicans.
3)
Diinkubasi pada suhu 37oC
selama 3 hari.
e. Pengolahan data hasil penelitian
Setelah
dilaksanakan penelitian secara laboratorium terhadap materi yang diujikan yaitu
uji sensitifitas infusa daun sirih dan Aloe
vera terhadap Candida albicans penyebab
penyakit keputihan dengan menggunakan metode difusi agar memakai kertas cakram.
Maka
dilakukan :
1) Pengamatan
ada atau tidaknya zona hambat (wilayah jernih) di daerah kertas cakram.
2) Pengukuran
diameter zona hambat (wilayah jernih) untuk hasil yang positif terhadap zona
hambat (wilayah jernih) disekitar kertas cakram.
3) Perhitungan
rata-rata diameter zona hambat (wilayah jernih) untuk setiap perlakuan terhadap
sampel yang diteliti.
4) Penandaan
dengan tanda positif (+) bila ada zona hambatan (wilayah jernih) dan tanda
negatif (-) bila tidak ada zona hambatan (wilayah jernih) disekitar kertas
cakram.
5) Penentuan
konsentrasi hambat minimum terhadap sampel yang diteliti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar