Rabu, 26 Juni 2013

BAB 3 KTI


BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN


A.    Tempat dan waktu penelitian
1.      Waktu penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 – Agustus 2013

2.      Tempat penelitian
Tempat penelitian dilakukan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Jalan Dr. Sam Ratulangi No.103 Penengahan Bandar Lampung

B.     Alat dan Bahan
1.         Alat :
a.       Cawan petri diameter 10 cm
b.      Lidi kapas steril
c.       Jarum ose
d.      Inkubator
e.       Autoclave
f.       Pinset
g.      Kertas cakram berbentuk bundar
h.      Tabung reaksi dan rak
i.        Lampu spritus
j.        Oven
k.      Timbangan elektrik
l.        Beaker glass 100 ml
m.    Erlenmeyer 100 ml
n.      Pipet ukur 5,0 ml dan 10 ml
o.      Balp
p.      Kertas saring steril
q.      Kain kasa steril

2.         Bahan :
a.       Media Sabouraud Dextrosa Agar
b.      Media Sabouraud Dextrosa Broth
c.       Biakan murni jamur Candida albicans
d.      Daun sirih hijau (Piper betle folium)
e.       Tanaman lidah buaya (Aloe vera)
f.       Aquades steril



C.    Metode penelitian
1.      Teknik sampling
a.       Populasi
Populasi dari penelitian ini adalah bagian daun pada daun sirih hijau (Piper betle folium) yang di ambil daunnya dan bagian dalam (lendir) dari tanaman lidah buaya (Aloe vera) yang di ambil di pekarangan rumah penduduk di daerah Telukbetung, Bandar Lampung.

b.      Sampel
Sampel yang digunakan adalah daun sirih hijau (Piper betle folium) yang masih segar, berwarna hijau tua dengan berbentuk jantung, berujung runcing dengan ukuran lebar daun ±8 cm yang di ambil secara acak pada bagian tanamannya. Lidah buaya (Aloe vera) yang digunakan yang masih segar dan memiliki panjang ± 30 cm dan lebarnya ± 5 cm, daun berwarna hijau dengan bintik garis putih kecil-kecil yang masih terlihat jelas. Pengujian dilakukan sebanyak dua kali (duplo).





2.      Prosedur penelitan
a.      Penanganan sampel daun sirih hijau (Piper betle folium)
1)        Ditimbang 100 gram daun sirih hijau dan dicuci bersih dengan air bersih.
2)        Kemudian direbus dengan aquades steril sebanyak 100 ml dengan suhu 90oC selama 15 menit.
3)        Dinginkan, kemudian saring dengan kain kasa steril sampai cairan terpisah, maka diperoleh larutan uji dengan konsentrasi 100% larutan (A).
4)        Larutan uji ini kemudian dibuat beberapa pengenceran dengan        aquades steril yaitu konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dengan cara mengambil 9 ml larutan (A) kemudian tambahkan 1 ml aquadest steril (90%), 8 ml larutan (A) ditambahkan 2 ml aquadest steril (80%), 7 ml larutan (A) tambahkan 3 ml aquadest steril (70%), dan seterusnya sampai konsentrasi 10%.

b.      Penanganan sampel tanaman lidah buaya
1)        Ambil  Aloe vera dan dicuci bersih dengan air bersih.
2)        Kupas kulitnya ambil  bagian dalam lalu ditimbang sebanyak 100 gram dan di blender tanpa menambahkan air.
3)        Kemudian direbus dengan aquades steril sebanyak 100 ml selama 15 menit dengan suhu 90oC.
4)        Disaring dengan kain kasa steril sampai cairan terpisah, maka         diperoleh larutan uji dengan konsentrasi 100% larutan (A).
5)        Larutan uji ini kemudian dibuat beberapa pengenceran dengan        aquades steril yaitu konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dengan cara mengambil 9 ml larutan (A) kemudian tambahkan 1 ml aquadest steril (90%), 8 ml larutan (A) ditambahkan 2 ml aquadest steril (80%), 7 ml larutan (A) tambahkan 3 ml aquadest steril (70%), dan seterusnya sampai konsentrasi 10%.

c.       Uji Daya Hambat dan Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum
1)        Pembuatan susupensi dilakukan dengan cara mengambil satu mata ose biakan murni Candida albicans dari stok kultur murni dan    dimasukan dalam tabung reaksi yang berisi Sabouraud Dextosa Broth sebanyak 3 ml, kemudian dikocok hingga homogen dan      diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC.
2)        Dimasukan lidi kapas steril ke dalam tabung yang berisi suspense jamur kemudian lidi kapas steril ditekan pada dinding tabung dan diusapkan pada medium Sabouraud dextrose agar secara merata.
3)        Diambil kertas cakram yang direndam di dalam larutan uji air      rebusan daun sirih maupun tanaman lidah buaya dengan konsentrasi 10 - 100% dan diletakan diatas media Sabouraud dextrose agar yang    telah diinokulasi jamur Candida albicans.
4)        Diinkubasi pada suhu 37oC selama 3 hari.
5)        Sebagai kontrol digunakann kertas cakram yang direndam dalam aquades steril
6)        Diamati ada atau tidaknya zona hambatan (wilayah jernih) yang  terbentuk di sekitar kertas cakram
7)        Pembacaan
                                                     i.          Positif     : Terjadi zona hambatan (wilayah jernih) di sekitar kertas cakram
                                                   ii.          Negatif   : Tidak terjadi zona hambatan (wilayah jernih) di sekitar kertas cakram. (Lay.B, 1994)

d.      Uji Pembanding dengan menggunakan Antibiotik Kandistatin® 100 000 UI/mL
1)        Dimasukan lidi kapas steril ke dalam tabung yang berisi suspensi jamur kemudian lidi kapas steril ditekan pada dinding tabung dan diusapkan pada medium Sabouraud dextrose agar secara merata
2)        Tempelkan secara aseptis cakram antibiotik di atas media Sabouroud dextrose agar yang telah diinokulasi jamur Candida albicans.
3)        Diinkubasi pada suhu 37oC selama 3 hari.








e.       Pengolahan data hasil penelitian
Setelah dilaksanakan penelitian secara laboratorium terhadap materi yang diujikan yaitu uji sensitifitas infusa daun sirih dan Aloe vera terhadap Candida albicans penyebab penyakit keputihan dengan menggunakan metode difusi agar memakai kertas cakram.
Maka dilakukan :
1)      Pengamatan ada atau tidaknya zona hambat (wilayah jernih) di daerah kertas cakram.
2)      Pengukuran diameter zona hambat (wilayah jernih) untuk hasil yang positif terhadap zona hambat (wilayah jernih) disekitar kertas cakram.
3)      Perhitungan rata-rata diameter zona hambat (wilayah jernih) untuk setiap perlakuan terhadap sampel yang diteliti.
4)      Penandaan dengan tanda positif (+) bila ada zona hambatan (wilayah jernih) dan tanda negatif (-) bila tidak ada zona hambatan (wilayah jernih) disekitar kertas cakram.
5)      Penentuan konsentrasi hambat minimum terhadap sampel yang diteliti.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Me and You

Daisypath Anniversary tickers