Kamis, 29 Mei 2014

sebuah pemikiran sederhana tentang CINTA

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Senin, 26 Mei 2014

ingatkah?

ingatkah dahulu aku yang mencintaimu sepenuh hati?
dan ingatkah dulu kau yang sia-siakanaku?
kau robek, kau iris, kau tancapkan pisau dihati ini...
ingatkah itu?
aku tetap mencoba bertahan sekuat hati
mencoba tersenyum meski hati ini telah kau hancurkan tak berbentuk

salahkah aku yang ingin mencintaimu dengan sempurna meski diri ini tak ada kesempurnaan?

namun....
kenapa harus kau sia-siakan itu?
kenapa harus kau lukai aku?
hingga akhirnya aku dan kau tak lagi bersatu..
hingga kau datangkan dia untuk mengusir ku

dan aku?
aku masih tetap mencoba untuk tetap tersenyum meski bibir ini berat,,,
meski rasanya air mata ini ingin sekali menetes...
aku tetap berdiri meski kaki ini tak mampu menopang diriku sendiri

dan kini aku telah menata hati ku kembali,,,
hingga ku hadirkan dirinya dalam hidupku
berharap setitik cahaya yang dapat menghangatkan hati ku yang dingin
meski mungkin tak seterang cahayamu yang mampu menerangi jalanku...
kau tiba-tiba hadir kembali meminta cintaku lagi
setelah kau buang ku bagaikan sampah,,,
kini kau pungut lagi bagaikan pemulung kelaparan,,,
teganya dirimu...
kini yang ku mau hanyalah kebahagiaan dan ketenangan bukan untuk kembali bertahan dalam penyia-nyiaan.....

Senin, 19 Mei 2014

Sebuah Surat dari Anakmu, bu..


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh Teruntuk Bundaku tersayang…
Dear Bunda…
Bagaimana kabar bunda hari ini? Semoga bunda baik-baik saja…aku juga di sini baik-baik saja bunda… Allah sayang banget deh sama aku. Allah juga yang menyuruh aku menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta aku sama bunda…. Bunda, ingin sekali aku menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk aku diami walaupun hanya sesaat… Bunda, sebenarnya aku ingin lebih lama tinggal di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran aku, jadi sebagai anak yang baik, aku pun rela menukarkan kehidupan aku demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan aku, sakit banget bunda….badan aku rasanya seperti tercabik-cabik, hati aku nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan. Tapi aku tidak kecewa kok bunda… karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan aku untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan aku dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.
Bunda, aku mau cerita, dulu aku pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan aku saat aku masih belum sempurna dan membiarkan aku sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama aku? Bunda tidak ingin mencium aku? Atau jangan-jangan karena nanti aku rewel dan suka mengompol sembarangan? dengan lembut malaikat berkata… nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka… sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu. Saat mendengar itu, segera saja aku menulis surat ini untuk bunda, menurut aku Allah itu baik banget bunda…. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha… bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini… nanti aku jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh… aku janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda… antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu… tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti aku bisa ketemu kalian. Bunda, kasih kesempatan buat aku ya…. biar aku bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, aku juga mohon banget sama bunda…jangan sampai adik-adik aku mengalami nasib yang sama dengan aku, biarlah aku saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu.
Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak. Sudah dulu ya bunda… aku mau main-main dulu di surga…. aku tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini… aku sayang banget sama bunda….muah!


We gonna Miss You Octan Agashi :')

Jumat, 02 Mei 2014

Kawan atau Lawan

Kita memahami konsep popularitas secara terbalik. Kita membayangkannya sebagai klub kecil dan eksklusif yang beranggotakan orang-orang yang kita idolakan atau cemburui. tetapi kebanyakan dari mereka yang populer dibenci oleh mayoritas orang. Jadi, jika kau dibenci oleh semua orang di luar kelompok kecilmu, dan disukai hanya oleh para anggota kelompokmu, kau bisa dipastikan tidak populer jika dilihat dari sudut pandang obyektif apa pun. Kunci menuju popularitas mutlak bukanlah dicintai atau dicemburui oleh sebanyak mungkin orang melainkan dicintai atau dicemburui oleh orang yang tepat..

Kehebatan dari memiliki musuh adalah kau tahu betul dimana orang itu berdiri! kau tidak akan dikejutkan oleh tikaman di punggung karena kau selalu waspada.. bahkan, permusuhan mereka kepadamu sesungguhnya menolongmu untuk menajamkan diri, dengan memaksamu untuk terus mencari pembenaran atas berbagai tindakan dan pendapatmu, terkadang bahkan atas dirimu sendiri. Kalau kau menginginkan simpati, maka carilah teman.. tetapi kalau kau menginginkan kejujuran, seorang musuh bisa menjadi sahabat terbaikmu!

kadang sekelompok orang memiliki alasan "ikut-ikutan" untuk tidak menyukai seseorang, tapi lebih tepatnya karena mereka belum saling mengenal dan hanya tau dari si A atau si B sehingga hanya kesan "buruk" yang terpampang tentang orang tersebut.. Saya pribadi memiliki penilaian sendiri, ketika teman saya tidak menyukai seseorang dan dia bercerita tentang alasannya tidak menyukai orang itu, saya hanya akan mendengarkan kemudian cari tau apakan orang yang dimaksud seperti yang teman saya ceritakan, jika tidak maka saya akan bersikap netral, maksudnya saya akan tetap baik sama orang itu.. tapi jika ternyata orang itu sama buruknya seperti yang di ceritakan, saya akan menjaga jarak untuk dekat dengannya.. karena bagi saya berteman atau menilai seseorang tak bisa dinilai hanya dari luarnya saja.. jadi bagi kalian yang masih suka berfikir ini itu tentang saya, atau memandang buruk saya, tanya lagi dan betkaca dalam diri anda, lebih baik kan anda dari saya? :)

name of child

sebenernya karena lagi ketagihan nonton MAHABRATA di stasiun tv yang nayangin.. dari situ terpikirkan bagus juga kalo punya anak namanya diambil dari salah stu tokoh-tokoh tersebut, dan berharap sifat baik tokoh itu nurun juga sama anak gue nanti.. hehehe..
kalo anak laki mau gue kasih nama Ganesha Arjuna Yudhistira, kenapa? simple Ganesha itu dewa yang katanya otaknya jenius alias pinter, kalo Arjuna udah pasti salah satu tokoh pandawa lima yang paling tampan, dia juga orangnya penyayang gitu, kalo Yudistira dikenal dengan perwatakannya yang bijaksana.. nah gue berharap anak laki-laki gue kelak jadi anak yang tampan, cerdas, baik hati, bijaksana, berbakti, dan tidak sombong pastinya.. terus pasangan gue langsung bilang "terus gak ada nama aku?" disini gue bingung, soalnya gak ada yang cocok disambungin pake nama dia :p *maap yak* terus dia juga bilang "kalo nama depannya dijadiin inisial jadinya gak enak banget loh, jadi G.A.Y" terus gue galau karena gue gak mau anak gue jadi kaum penyuka batangan -___________- jadi gue putusin buat ngambil 2 nama aja dari 3 kandidat itu.. hahaha..

Me and You

Daisypath Anniversary tickers