seperti lagu yang tidak bisa kau singkirkan dari kepalamu sekuat apapun usahamu, cinta adalah sesuatu yang tidak bisa kau keluarkan dari hatimu. kau terjebak di jalan buntu emosional, berputar-putar dan berakhir di tempatmu memulai. membebaskan diri, atau tidak, biasanya ditentukan oleh apakah kau ingin pergi ke tempat lain dengan lambat atau tidak kemana-mana dengan cepat..
ketika sseseorang ingin "beristirahat" dari suatu hubungan, namun dia meyakinkanmu bahwa kamulah orang yang tepat untuknya, yakinlah bahwa dia berbohong.. yang sesungguhnya dia katakan adalah 'aku tidak menginginkanmu berada didekatku sekarang karena aku khawatir seseorang yang lebih baik akan datang dan aku melewatkannya hanya karena aku bersamamu..' intinya, ketika kau benar-benar mencintainya, "istirahat" atau bahasa kerennya break, hanya akan menghancurkanmu.. tetapi jika dia tetap ingin break maka sanggupilah, karena menahan seseorang yang kau tau harus kau lepaskan tidak hanya menjauhkan mereka tetapi juga dirimu dari bahaya. ini melindungimu dari keharusan berubah hingga kau tenang dan siap. seperti pembatalan kunjungan tamu dari luar kota yang sudah lama ingin kau temui, tetapi kau tak pernah sempat menyusun rencana penyambutannya. ini adalah jalan keluar yang tepat dan mudah untukmu..
anggaplah seperti nada tunggu yang berdering di dalam otakmu, prospek berbaikan
dengan si dia/mantan sering kali berarti menahan kemarahan, kekecewaan
dan kadang bahkan penilaianmu yang lebih baik untuk menjawab panggilan
hatimu. apakah panggilan itu dari orang yang benar atau malah salah
sambung, sulit untuk diketahui kecuali dengan mengangkat telpon
tersebut..
Rabu, 30 April 2014
Senin, 28 April 2014
berjuang tak sebercanda itu..
kata Sudjiwo Tedjo : "Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu”
Mungkin ini yang disebut rasa, sedikit tetapi cukup.
Cukup membuat hati penuh di terasnya, bukan di dalamnya.
Mungkin memang iya.
Namun, beberapa ke-iya-an itu seringkali tersamar oleh ke-tidak-an yang kejam.
Karena aku tidak ingin menggiringmu.
Aku tak mau mendahului dan menuntunmu.
Karena aku tak mau mencampuri rasamu.
Rasamu rasamu, bukan rasa rasaku.
Karena aku tidak mau mengajakmu singgah di pelataran takdirku.
Aku hanya mempersilahkan, jika-jika kamu bersedia.
Itu saja.
Karena aku tidak ingin menatap mata bulat itu secara detail.
Aku takut bola mata itu memancarkan gemerlap yang akan menyinariku.
Tidak, aku tidak mau seperti itu.
Matamu itu, biarlah indah seperti itu.
Aku tidak akan menatapnya.
Karena aku bukan pemandangan yang bagus untuk mata indahmu.
Antara kau dan aku.
Antara benang merah yang terkait hingga membentuk kalimat penuh kekuatan.
Tetapi, aku tidak ingin menyeretmu dengan kekuatanku.
Kekuatanku terlalu kuat sepertinya.
Untuk semua kertas yang terbuang atau buku yang hangus.
Jangan sampai abunya membuat matamu perih.
Karena aku masih menginginkan kamu untuk bisa melihat yang indah.
Tetapi jangan diriku.
Aku akan menikmati senyum itu melalui CCTV-ku sendiri.
bagi saya memperjuangkan seseorang tak bisa dianggap sebagai main-main.. jika sayang, jika cinta, jika serius, dan jika kalian menganggap bahwa dia memang ditakdirkan untukmu, maka perjuangkanlah, milikilah, pertahankanlah.. karena penyesalan akan hadir dibelakang saat kalian tau bahwa memang dia lah yang harusnya kalian perjuangkan..dan jika hanya kamu yang berjuang sedangkan dia tidak ingin diperjuangkan, maka lepaskan..bagi saya orang-orang yang tak ingin berjuang tak pantas untuk diperjuangkan.. kita berhak mendapatkan yang lebih baik, yang sama-sama ingin berjuang, yang sama-sama ingin tercapai sebuah tujuan.. dan percayalah dia yang tak menghargai perjuanganmu, suatu saat dia yang akan menyesalinya, mencari, dan mengejarmu kembali.. kemudian disaat itu pilihan kita hanya dua, pertama kembali memperjuangkan orang yang pernah tak menghargai usaha kita, atau kedua melepaskannya dan kita mencari seseorang yang lebih baik yang ingin sama-sama berjuang :)
Senin, 07 April 2014
pembunuhan karakter
Kebanyakan sepasang orang yang bertengkar akan meluapkan
kekesalan mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan ‘pembunuhan
karakter’ ini adalah sebuah cara bagi pasangan lo buat ngejelekin lo secara ga
langsung, dan gue sering banget kena apesnya.. kadang kesalahan gue sebenarnya
gak seberapa tapi dia update di timeline social media seolah-olah diri gue yang
paling jahat, yang paling salah atas pertengkaran di hubungan kami.. gak jarang
teman-temannya memandang gue sebelah mata, ya emang sih sebagai teman pasti
akan membela temannya entah itu benar atau salah, tapi disini pihak yang
dirugikan sebenernya bukan cuma gue loh, tapi dia juga.. kenapa? Sekarang mikir
aja deh dia udah jelek-jelekin gue di socmed, terus 3 hari kemudian setelah
masalah selesai dan baikan dia ngjak jalan gue lagi dan muji-muji gue lagi,
yang ada dipikiran temennya pasti “gila dia ini udah disakitin cewenya masih
aja mau” sekarang dia juga kan yang dipandang ‘gampangan’ sedangkan gue yang
sebenernya ngerasa biasa aja harus bingung sama sikap temen-temennya yang jauh
dari kata ramah.. sebenernya sih karena ulah pasangan gue sendiri yang
ngjelek-jelekin gue didepan temen-temennya.. minggu ini dia mulai lagi dengan
bertingkah seolah-olah gue selingkuh, dia update di socmed
"Pinjem hp nya dong? | gak boleh... | Knp? blm di end chat yaa bbm nya? | lalu hening *ilang sinyal* -__-"
bagi yang baca pasti mikir gue lagi bbm sama selingkuhan, kenyataanya gue lagi bbm sama sahabat gue Agnes dan dia pun tau gue lagi bbm sama agnes karena gue bilang terus gue kasih liat percakapannya, kenapa gak gue pinjemin? simple karena gue lagi bbm seru sama temen gue dan dia juga kan lagi fokus nonton bola jadi ngapain sih ikut campur sampe kepo sama isi bbm gue dan agnes.. dsini gue ngerasa dia jahat banget ngejatuhin gue di socmed kaya gitu.. gue kecewa.. dibilang gak bener siapa yang mau percaya sama gue coba, mau ngebela diri juga percuma tetep gue yang seolah-olah nutupin kesalahan, gue diem lebih di cap gue ini selingkuh.. yang gue tau Allah gak pernah tidur dan Allah maha tau :')
kedua dia update :
"Kalo gak bisa tepatin yaa jangan janji segala! mudah kn.."
dsini gue bingung letak gak nepatin janjinya dimana, gue udah nurutin kemauan dia buat jauhin komunitas yang gue ikutin, gue juga udah gak ikut acara yang mereka adain, jadi masalahnya dimana gue dbilang gak nepatin janji? emang salah kalo gue tetep bertemen sama temen gue di komunitas itu? kenapa harus dia larang sama siapa gue harus bertemen? gue sendiri cuma ada 5 temen dari jaman SMA yang dia 'setujuin' sisanya gue gaboleh main sama selain mereka :) gue gak tau ini termasuk normal apa bukan.. tapi gue sendiri ngerasa ini semua gak normal :)
dan gue harap bagi temen-temennya yang baca tulisan ini tolong berenti mikir gue yang serba bersalah, dan dia yang paling tersakiti, dan tolong sebelum menilai seseorang kalian harus tanya juga sama gue, jangan hanya mendengar apa yang dia bilang..
"penilaian yang baik adalah dengan mendengar penjelsan dari kedua belah pihak, bukan hanya mendengar dari satu pihak.. - Stevy Gita A -"
Langganan:
Postingan (Atom)