Rabu, 26 Juni 2013

BAB 1 KTI


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menurut Permenkes Nomor 1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional, obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan untuk pengobatan karena menurut beberapa penelitian efek samping pada obat tradisional masih relatif ringan. Sebagai contoh obat tradisional yang masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini misalnya lidah buaya (Aloe vera) dan daun sirih hijau (Piper betle folium).

Lidah Buaya (Aloe barbadensis Milleer) atau yang lebih dikenal dengan Aloe vera adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika. Lidah buaya adalah salah satu jenis tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang disebut antrakuinon. Bioaktif  yang terkandung pada lidah buaya ini memiliki fungsi sebagai antibakteri atau antibiotik (Sinurat dkk., 2003).
Tanaman  sirih adalah salah satu tanaman obat yang telah dimanfaatkan dari tahun ketahun. Sirih hijau (Piper betle linn) merupakan salah satu jenis tumbuhan merambat yang termasuk family Piperaceae. Daun sirih mengandung minyak atsiri dan beberapa turunan fenol, salah satunya dalam daun sirih terkandung eugenol yang memiliki sifat antifungal. (Drs.H. Arief Hariana, 2007)

Candida albicans merupakan khamir. Khamir adalah fungi yang tidak berfilamen dan bereproduksi melalui pertunasan atau pembelahan sel. Khamir digunakan dalam pembuatan roti dan anggur, namun adapula khamir yang dapat menimbulkan panyakit, contoh khamir patogen adalah Candida. (Bibiana,1994). Infeksi jamur ini dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, bronki, atau paru, kadang dapat menyebabkan septicemia, endokarditis atau meningitis (Simatupang, 2009). Namun jamur ini lebih sering dikenal sebagai penyebab penyakit keputihan.

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain penggunaan kontrasepsi jenis oral, bakteri, virus, jamur atau juga parasit.
Gejala yang muncul adalah  kemerahan pada vulva di vagina, bengkak, iritasi, dan rasa terbakar serta panas pada daerah vagina. Tanda lain yang tampak adalah lendir putih berlebihan, dapat berupa gumpalan seperti keju, dan tidak berbau. Apabila lendir berbau menyengat seperti telur busuk, maka penyebabnya bukan  lagi jamur kandida, namun kemungkinan bakteri. (Widayati, Aris. 2008)

Pengobatan keputihan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi antibiotik seperti butoconazole, klotrimazol, mikonazol, tikonazol, ekonazol, fentikonazol, nystatin, terkonazol, ketokonasol, itrakonazol, dan flukonazol (Widayati, Aris. 2008) Namun penggunaan antibiotik berlebihan dapat menyebabkan timbulnya resisten terhadap antibiotik tersebut, maka banyak wanita yang lebih memilih pengobatan secara tradisonal karena efek samping yang ditimbulkan sangat kecil.

Dari uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah tanaman lidah buaya (Aloe vera) dan daun sirih hijau (Piper betle folium) mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, kemudian dilihat berapa konsentrasi hambat minimum dari keduanya yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Kontrol positif yang digunakan yaitu antibiotik Nystatin® karena lebih sering digunakan. Nystatin® termasuk golongan poliene, mekanisme kerja golongan poliene yaitu berikatan dengan ergosterol secara irreversibel. Ergosterol merupakan komponen yang sangat penting dari membran sel jamur.

Penelitian ini menggunakan metode difusi agar yaitu dengan mengamati daerah yang bening, yang mengindikasikan adanya hambatan pertumbuhan mikroorganisme oleh larutan uji antimikroba pada permukaan media agar dengan memakai cakram kertas saring yang telah dicelupkan ke dalam suatu larutan uji dengan konsentrasi tertentu, lalu diletakan pada lempeng yang mengandung Candida albicans. Daerah hambatan terlihat dengan adanya zona jernih disekitar cakram tadi,

B.     Perumusan Masalah
1.         Apakah infusa tanaman lidah buaya (Aloe vera) dan daun sirih hijau (Piper betle folium) mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
2.         Berapakah konsentrasi minimum infusa tanaman lidah buaya dan daun sirih hijau yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.




C.    Batasan Masalah
Penelitian dibatasi pada uji daya hambat infusa tanaman lidah buaya (aloe vera) dan daun sirih hijau (piper betle folium) terhadap jamur Candida albicans penyebab penyakit keputihan dengan menggunakan metode difusi agar.

D.    Tujuan Penelitian
1.         Untuk mengetahui apakah infusa tanaman lidah buaya (Aloe vera) dan daun sirih hijau (Piper betle folium) mampu menghambat pertumbuhan    jamur Candida albicans.
2.         Untuk melihat konsentrasi minimum air infusa tanaman lidah buaya dan daun sirih hijau yang dapat menghambat pertumbuhan jamur  Candida albicans.

E.     Manfaat Penelitian
1.         Diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca bahwa air rebusan tanaman lidah buaya dan daun sirih hijau memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans penyebab penyakit keputihan.
2.         Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengguna obat tradisional, sebagai alternative pengobatan terhadap penyakit keputihan.


F.     Hipotesa
Diduga bahwa air rebusan tanaman lidah buaya (Aloe vera) memiliki   konsentrasi hambat minimum yang lebih kecil dari pada air rebusan daun sirih hijau (Piper betle folium) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans penyebab penyakit keputihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Me and You

Daisypath Anniversary tickers