Sebuah Pilihan
kemarin nyokap abis reunian sama temen-temen SD nya, pulang reuni nyokap cerita banyak tentang perubahan teman-temannya, ya maklum 35 tahun mereka gak ketemu pasti banyak perubahan yang terlihat jelas, dari semua cerita nyokap ada 1 temennya yang mengusik dipikiran gua, namanya Aini dan dia sampai sekarang di umur yang menginjak hampir kepala 5 beliau masih single.. iya beliau masih gadis..
dari ceritanya dia bilang, dia bukannya menolak untuk menikah atau terlalu banyak pilihan dalam menentukan siapa pasangan hidupnya, dia juga gak nyari seseorang dengan kemapanan atau ketampanan, dulu dia juga sama seperti gadis lain, memiliki pasangan yang dia yakini akan menjadi pasangan sehidup semati, berganti dari satu pria ke pria lain karena percintaan yang putus, pergi kencan dengan gebetannya, tapi apa daya dia berujung selalu disakiti, dikecewain, dan di khianatin.. dia bilang "Laki-Laki lah yang membuat saya takut untuk mencintai lagi.." ternyata dia terlalu trauma untuk memiliki sebuah hubungan dengan seorang laki-laki..
dia bisa aja menikah dengan siapapun, dia terlihat cantik, pekerjaan sangat mapan, penghasilan pun sangat sangat besar, dia bilang "laki jaman sekarang susah cari yang tulus terima kita apa adanya, laki sekarang cenderung melihat segi materi, apalagi untuk wanita berumur seperti saya.." yang ada dipikiran saya cuma kenapa dia gak nyari duda aja yang seumuran atau umurnya lebih dari dia daripada harus mencari yang lebih muda? balik lagi ini cuma soal pilihan hidup yang mau dia jalanin.. tetap dengan kesendiriannya atau berusaha mengobati trauma masa lalu dengan membuka hati untuk menjalin hubungan yang lebih serius..
gua juga tipikal orang yang berusaha gak ketergantugan sama laki-laki, gua juga orang yang gak terlalu percaya sama laki-laki, tapi gue masih bisa memberi kesempatan buat laki-laki tersebut membuktikan kalo dia beda dengan laki-laki yang sebelumnya, dan sebisa mungkin membuka hati untuk laki-laki tersebut, tapi percayalah Allah akan memberi pasangan yang baik kepada hamba-Nya..
gua percaya suatu saat gua akan ketemu sama jodoh yang baik buat gua, dibalik semua laki-laki yang pernah ngecewain gua, pasti Allah ngasih 1 yang bisa ngebuat gua menghargai arti mencintai dan dicintai.. gua juga bukan tipikal perempuan yang mau buru-buru nikah, gua percaya akan tiba saatnya kapan harus nikah dan segalanya akan dimudahkan bersama orang yang tepat..
Ya inilah sebuah pilihan hidup, tetap dengan kesendirian dan menutup hati untuk memberi kesempatan pada orang yang Allah tentukan, atau mencoba membuka hati dan memberi kesempatan untuk laki-laki tersebut, mengobati luka masa lalu dan mencoba menikmati kekecewaan itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar