Minggu, 17 November 2013

sekilas tentang dirimu..

sore itu aku termenung melihatmu.. kau tak terlihat tampan, hanya terlihat seperti pria sederhana pada umumnya, tapi mataku tetaap tertuju padamu..
setiap harinya aku hanya memikirkanmu, memandangimu dari kejauhan tanpa pernah tau siapa namamu dan darimana asalmu.. mulut ini terlalu kaku untuk bertanya siapa kamu sebenarnya, ya pria yang beberapa hari ini menyita pikiranku, pria yang selalu ada di lamunanku, membayangkanmu saja aku sudah bahagia, sangat bahagia.. sampai pada akhirnya kamu mengenalkan dirimu, akhirnya aku tau namamu dan darimana asalmu setelah sekian lama aku memperhatikanmu dari balik jendela kamar..

sebulan, dua bulan , tiga bulan kita semakin dekat.. mungkin bisa dibilang kita adalah teman baik.. denganmu aku bebas bercerita tentang apa saja yang ada di pikiranku tanpa takut kamu menganggapku aneh.. kamu pun begitu.. malam itu untuk pertama kalinya kamu bercerita tentang keluargamu, mulai dari ayahmu, ibumu, kakakmu, adikmu, bahkan peliharaan kesayanganmu.. kamu bercerita penuh semangat dan aku mendengarkannya dengan begitu seksama.. aku suka tau banyak tentangmu, tentang hidupmu..dan akhirnya kamu bercerita tentang seorang wanita yang kamu cinta, seketika senyumku memudar, hatiku sesak, sudah cukup aku tak mau mendengar bagian ini.. aku tak mau tau tentang wanita yang kamu cinta, tolong.. tolong hentikan.. hatiku sakit Tuhan.. dan malam itu aku tau bahwa aku mencintainya.. ya aku mencintai pria ini..

hari demi hari kedekatan kami semakin dekat.. kamu tak pernah ragu untuk membelai lembut rambutku, aku sangat menikmati segala bentuk perhatianmu, kamu berbisik "suatu saat apakah bisa kita bersatu sebagai orang yang saling mencintai?" aku pun menjawab "Iya.. jika Tuhan dan semesta mengizinkan.. tapi takdir lebih tau segalanya.." dan kamu hanya tersenyum sambil memandangku.. beberapa minggu kemudian kamu mengatakan kamu sudah tak bersama wanita yang kamu cintai lagi, kamu memilih untuk meninggalkannya.. 

maafkan aku.. mungkin aku hanya sedikit tak bersabar untuk menunggumu.. tapi seseorang telah memilikiku.. dia mencintaiku, dan dia tak membutuhkan waktu lama untuk meyakinkan hatinya bahwa dia mencintaiku.. aku tak bisa meninggalkannya, aku menghargai segala pengorbanan yang telah dia berikaan padaku.. aku memang mencintaimu, tapi hati ini ternyata lelah dan kurang bersabar untuk bersamamu.. maafkan aku.. maaf.. kamu mungkin membenciku, dan aku bisa terima, tapi tolong jangan berikan penyesalan terhadapku, aku tak mau menyesali keputusanku.. Tuhan.. haruskah aku meninggalkan orang yang mencintaiku untuk orang yang telah lama aku cintai??

#epilog :
saat ini, setelah beberapa tahun terlewati disudut lorong kampus aku bisa melihatmu tersenyum bahagia dengan seorang wanita, dia cantik, dia baik hati dan dia terlihat sempurna disampingmu.. Tuhan aku menyesal meninggalkannya.. masih adakah waktu yang tersisa untuk memperbaiki semuanya? masih adakah sedikit cinta dihatimu? jika tidak maka aku akan pergi dan aku selalu berdoa agar kamu selalu hidup bahagia dengannya, dengan dia yang sekarang kamu cintai.. Tuhan.. jika waktu dapat dikembalikan aku akan mempertahankannya, menyayanginya.. sesal yang datang ini tak akan pernah lagi membuatmu kembali di sisiku.. Tuhan masihkah ada waktu yang tersisa untukku agar bisa bersamanya? atau aku harus melepaskannya? jika aku harus melepaskannya, aku mohon tolong hilangkan dia dari ingatanku, dari hidupku, dan dari memoriku.. Tuhan.. Aku MASIH mencintainya seperti dulu, dan aku menyesal :')




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Me and You

Daisypath Anniversary tickers