Senin, 08 Juli 2013

PSIKOPAT kah?

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Dan dia biasanya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

Lihat gaya berpacaranmu, jika pasanganmu selalu:
  • mengaturmu melakukan ini dan itu
  • melarangmu berteman dengan yang lain, sehingga kamu tidak pernah lagi hang-out dengan teman-temanmu
  • selalu membuat alasan kepadamu dan marah ketika ditanya apa yang dia lakukan
  • memukulmu atau mengatakan hal-hal yang kasar terhadapmu
  • mengaturmu untuk pakaian apa yang harus kamu kenakan
  • selalu mengecek hp dan marah jika diminta untuk dinon-aktifkan

PERHATIKAN!!! Hal-hal tadi merupakan sinyal-sinyal serius dalam sebuah hubungan dan harus disikapi secara SERIUS juga. Carilah teman yang tepat untuk sharing. Bicarakan juga kepada orangtuamu, karena jika terjadi apa-apa, toh orangtua juga yang akan menjagamu. Bisa jadi orang yang kamu pacari sekarang adalah seorang psikopat.

Ciri-ciri pacar yang psikopat adalah:
  1. Terlalu mengatur/mengontrol pasangannya, misalnya baju apa yang bisa dikenakan, kemana mereka bisa pergi, siapa-siapa saja yang boleh berteman dengan pasangannya
  2. Terisolasi dari kehidupan sosial karena menghabiskan waktu "hanya kami berdua"
  3. Mengancam akan meninggalkan atau menyakiti pasangannya jika keadaan tidak berjalan seperti yang diinginkan
  4. Sering memantau ponsel atau email pasangan, mengatur siapa yg ada di kontak ponsel kamu dan marah jika pasangannya tidak segera membalas SMSnya.
  5. mengatur seluruh kehidupan yang kamu jalani, mengambil alih seluruh akun socmed kamu, dan mengatur siapa yg harus kamu follow/add, dan sapa saja yg harus kamu invite d bbm..
  6. menanamkan pemikiran "kamu punya aku, dan ga boleh ada yg suka sama kamu selain aku.."
  7. selalu ingin di prioritaskan, dia akan menghubungimu berkali2 sampai kamu menjawab telpon meskipun kamu sedang bekerja.
  8. Cemburu adalah tanda cinta. Dan itu adalah hal yang wajar. Cemburu adalah bukti bahwa cinta perlu saling memiliki. Siapa sih yang mau dimadu? Tapi Anda bukanlah seorang kriminal yang harus selalu dicurigai gerak-geriknya. Bukan pula seorang tahanan yang harus selalu diwaspadai 24 jam. Pasangan Anda saja yang seolah satpam. Adalah cemburu yang berlebihan kalau dia meminta Anda mengirim foto lokasi dimana Anda berada, meminta password akun Anda atau mengecek seluruh inbox Anda. Itu bukanlah bentuk kecemburuan. Itu sudah melanggar privasi.
  9. Salah satu cara lain mengenali pasangan yang psikopat adalah banyaknya peraturan-peraturan yang tidak masuk akal. Contohnya aturan si dia mengenai tidak boleh menerima telepon dari lelaki lain selain keluarga. Kalau sampai ketahuan, maka ponsel Anda disita selama satu minggu. Atau harus melapor kalau ada sms dan mention dari orang lain. Betul-betul aturan yang tidak masuk akal dan tidak wajar. Kalau sudah begini, tingkat kepercayaan dia kepada Anda dapat dipertanyakan. Biasanya, ini akan memancing Anda untuk berbohong sesekali. Dan kebohongan yang satu akan disusul kebohongan-kebohongan lainnya untuk menutupi kebohongan yang pertama. Ini bukan hubungan asmara, ini hubungan penuh kebohongan dan ketidakpercayaan. Hubungan yang penuh dengan aturan yang tidak masuk akal adalah hubungan yang tidak masuk akal.
Sikap-sikapnya ini lama-kelamaan akan membuat kita menjadi ketergantungan terhadapnya dan berpikir bahwa ini semua karena cinta. "He must love me because he just want to spend time with me." Dan pada akhirnya di satu titik ketika kamu benar-benar pengen mengakhirinya, yang terjadi adalah kamu tetap akan kembali kepadanya. Kembali lagi ke "semua karena cinta", sehingga kamu memberikannya kesempatan ke-2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10...hingga ke-100. Dan kamu tidak benar-benar bisa lepas darinya.
bagaimana jika dia sangat terlihat baik di depan keluargamu? jelaskan kepada mereka alasan mu mengapa mengakhiri hubungan dengannya, atau jika memang kamu tak sanggup, bilang saja kamu menemukan yang lebih baik dari dia..

jadi perhatikanlah dengan jelas, pasanganmu seorang Psikopat kah? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Me and You

Daisypath Anniversary tickers